##

Dalam upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan tinggi di bidang ekonomi syariah, para ketua program studi (prodi) Perbankan Syariah dari seluruh Indonesia berkumpul dalam sebuah acara bertajuk "International Benchmarking and Curriculum Review". Acara yang diinisiasi oleh Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah (APSIKS) ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum dengan standar industri dan akademik global.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan akademisi dan pimpinan prodi Perbankan Syariah dari berbagai perguruan tinggi di tanah air. Kehadiran seluruh ketua prodi menunjukkan komitmen bersama untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan di industri keuangan syariah yang dinamis.

Tujuan utama dari acara ini adalah untuk melakukan peninjauan dan perbandingan kurikulum yang ada dengan program serupa di universitas-universitas terkemuka di dunia. Berdasarkan logo yang ditampilkan pada layar acara, kegiatan ini melibatkan mitra internasional ternama seperti Universiti Malaya, yang memberikan wawasan dan standar pendidikan dari kancah global.

Ketua APSIKS dalam sambutannya (diasumsikan) menyatakan, "Era digital dan globalisasi menuntut kita untuk terus beradaptasi. Melalui benchmarking internasional ini, kami berharap dapat merumuskan kurikulum Perbankan Syariah yang relevan, inovatif, dan mampu mencetak para profesional yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional."

Forum ini menjadi ajang diskusi intensif mengenai struktur mata kuliah, metode pengajaran, serta integrasi teknologi finansial (fintech) syariah dalam proses pembelajaran. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat segera diimplementasikan dalam bentuk kurikulum baru yang lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.

Langkah kolaboratif ini menegaskan keseriusan komunitas akademik Perbankan Syariah Indonesia dalam menjaga kualitas dan relevansi pendidikannya, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah dunia.